Untuk yang Pertama
“16 April 2012”
“Selamat . . . . ya”
malam hari ketika
handphone genggamku bergetar, pesan singkatnya yang selalu meramaikan getar
handphoneku. seakan menjadi rutinitas yang tak pernah terlewati semenjak
kedekatan itu terjalin di antara kami. “teman” ya masih sebagai teman.
“siapa yg ulang tahun?” jawabku
gengsi, tapi dalam hati tak bisa terpungkiri aku tersipu.
“emang ada tulisan ulang tahun
ya?” dia segera membalas pesan singkatku seakan tak mau kalah . aku gelagapan
tak tau harus membalas pesan itu. Antara sebal dan malu, aduuh dia memang
paling bisa buat aku gelagapan.
***
Saat
itu.. kedekatan kami terjadi ketika tugas akhir sekolah yang membuat kami
sedikit ga nyaman, sedikit ga bergairah berangkat ke sekolah tapi harus sekolah
karena tuntutan status sebagai pelajar. Dilain sisi juga karena kantong dompet
yang kerap terisi setiap hari oleh uang saku. Ya begitulah remaja SMA.
“tolong bikinin webku dong? Kamu
baik deh” aku mulai merayu. Ya kebiasaanku selalu merayu siapa pun yang ku
anggap dapat memberiku laba alias untung (tapi bukan selalu cari untung). Tidak
jarang teman –teman di kelasku sudah paham dengan trik ku yang satu ini, bukan
hanya teman, guru-guru pun kerap menjadi korban rayuan dan rengekanku. inilah
aku.
“iyaa kamu desain sendiri webmu
nanti aku yang editkan” jawabnya santai. Ya itulah dia, selalu mengIyakan
permintaan siapa pun yang dia anggap teman. Dia memang sesosok yang baik, tidak
pernah perhitungan dengan yang namanya teman.
Aku pun kegirangan mendengar
persetujuannya. Dia memang baik. :)
Tugasku
pun kelar dan semuanya kelar. Dari yang tadinya males ke sekolah sekarang udah
semangat ke sekolah. karena sudah mendekati ujian akhir nasional, Semuanya jadi
rajin sholat. ketika datang waktu sholat, dari yang tadinya males malesan ke
musholla, sekarang jadi rajin ke musholla. Dari yang tadinya suka telat datang
kesekolah, sekarang berlomba-lomba datang duluan (soalnya belum ngerjain PR
sih). Beginilah kehidupan remaja SMA.
***
17 April 2012
“ulang
tahun. Isi ke titik titik kemaren” pesan nya kembali menggetarkan handphoneku.
Kembali aku tersipu dengan pesan singkatnya yang sebenarnya jika ditelaah lebih
lanjut ga begitu penting. Setidaknya ada “rasa” berbeda menyelinap dalam desir
dadaku. “Dan itu karena kamu..”
Semakin hari semakin dekat, dekat
dan dekat. Aku tak tau harus kumaknai apa kedekatan itu. Dia tak pernah memberi
aba – aba tentang kejelasan kedekatan kami. ”Karena kamu.. milik orang lain.”
Lamunku.
Dia baik. Aku suka itu. Baik
dalam tanda kutip relative. Aku mengaguminya dengan segala sikap bijak dan
kebaikannya. Dan ada satu lagi sifat yang sangat aku kagumi dari kepribadiannya.
“Kuat” ya, dia pribadi yang kuat. Sangat kuat. Dan aku suka itu. :)
Komentar
Posting Komentar