Semuanya Nyata
Sayang.. inikah takdir Tuhan untuk
kita?
Setelah lama aku menunggumu. Setelah
lama aku menantimu.
Setelah lama aku memendam rindu ini
untukmu.
Setelah lama aku menunggumu datang dan
memelukku kembali seperti saat itu?
Sayang.. jika semuanya adalah nyata.
Hadirlah dalam mimpiku lalu katakanlah bahwa semuanya bukanlah lelucon belaka.
Sayang.. tahukah kamu bahwa aku
menunggumu pada malam ulang tahunku?
Tahukah kamu bahwa aku ingin kamu
berada disampingku malam itu dan menghabiskan malam hanya berdua denganmu?
Tahukah kamu bahwa aku sengaja
menghidupkan bunyi getar handphoneku berharap kamu menelponku malam itu?
Tahukah kamu aku menunggumu mengirimiku
pesan “selamat ulang tahun jelek”?
Sayang.. kenapa kamu tak pernah
menceritakan tentang penyakit itu kepadaku?
Begitu kuatnya tubuhmu menyembunyikan
semuanya dihadapanku.
Begitu besarnya hatimu menjaga
kekhawatiranku.
Bahkan setiap aku bertanya kau selalu
menghiburku “aku gasakit. Aku CUMA
gakuat dingin”
itukah caramu menenangkanku? Aku tak
tahu ! aku tak peka !
Maafkan
aku.
Maafkan
aku tak bisa menjagamu.
Maaf jika aku tak pernah mempercayaimu.
Maafkan aku tak pernah mengerti
maksudmu.
Maafkan aku yang selalu berprasangka
tidak baik terhadapmu.
Ternyata kau tak pernah membohongiku.
Tahukah kamu aku telah lama menunggu
datangnya tanggal 28 april itu?
Tahukah kamu bahwa aku tak sabar ingin
mendengar apa yang ingin kamu katakan padaku pada tanggal itu?
Semuanya sudah berlalu sayang..
Tahukah kamu bahwa aku telah bermimpi
untuk menemani hari – harimu kelak?
Tahukah kamu bahwa aku telah berdo’a
dari jauh – jauh hari bahwa engkau adalah calon imamku kelak?
Tahukah kamu bahwa aku sedang
memimpikan memasangkan dasi disaat kamu hendak berangkat kerja, menyiapkan
sarapan untukmu setiap pagi, memasak untukmu setiap hari, mencuci baju – bajumu
dan menyetrikanya, membuatkanmu kopi ketika kamu mulai bekerja sampai larut
malam, aku memimpikan semuanya bersamamu. Memimpikan rumah kita ramai dengan
tangisan seorang anak yang memanggilmu Ayah. Tapi semuanya hanya mimpi sayang..
Rencana Allah bukan seperti yang kita
rencanakan.
rencanaNYA akan jauh lebih indah dari
rencana kita.
Percayalah.. bahwa semua akan baik –
baik saja.
Karena aku percaya engkau sedang
bahagia disana.
Selamat jalan.
Aku selalu titipkan rindu untukmu lewat
do’a kepadaNYA.
Berbahagialah disana.
Kamu pantas mendapatkannya. insyaAllah.
Tuhan.. bisakah semuanya terulang
kembali?
Aku ingin berada disampingnya saat
ajalMU menjemputnya.
Aku ingin berada disampingnya disaat
terakhirnya.
Aku tahu semua telah engkau rencanakan
Tuhan..
Dan rencanamu akan jauh lebih indah
dari rencanaku dengannya.
Aku hanya ingin dia bahagia disana
Tuhan..
Aku hanya inginkan dia bahagia
disisiMU.
Tolong jaga dia untukku Tuhan..
Komentar
Posting Komentar