Hari ke-2 UN



Hari ke – 2 UN

April adalah bulan yang paling bersejarah bagi hidupku. Ya hidupku. Hanya untuk hidupku. Setiap tahun semua yang terjadi di bulan april selalu memberi kesan dan sangat berharga untukku. Entahlah.. tapi aku yakin Allah begitu menyayangiku sehingga selalu memperindah momen bulan April disetiap tahunnya.
Selasa, 17 April 2012. Dua tahun lalu. Saat itu, hari ke-2 UN (Ujian Nasional) aku dan teman-teman sibuk mempersiapkan diri untuk melaksanakan ujian yang konon katanya ujian ini merupakan momok bahkan horror bagi siswa kelas 3. Termasuk kelas 3 SMA. Dengan tekunnya kami belajar soal demi soal untuk mempersiapkan segalanya. Dengan sabarnya kami menerima nilai – nilai try out yang tak pernah memuaskan hati alias ga pernah lulus 1x pun. Hati semakin cemas, bimbang,  bingung ga karuan. Takut nilai jeblok, takut ga lulus, takut ketahuan nyontek, takut ngecewain kedua orang tua. Semuanya komplit seakan – akan siap menjadi bom yang sanggup meledak di kepala.
Dengan ketelitian dan kehati – hatian kami mengerjakan soal – soal yang semakin ditelusuri semakin rumit. Biasanya sebelum berangkat sekolah tradisi mencium punggung tangan Ibu, karena hari itu ujian, ga Cuma cium punggung bahkan cium kaki sang Ibu. Karena Syurga itu ditelapak kaki ibu. “Sabda Rasul”
Sebelumnya, ku tengok handphone yang kian berbunyi tanda sms masuk. 1 pesan masuk dari seseorang.
“ulang tahun” isi ke titik – titik kemarin
Isi sms itu membuatku tersenyum lebar, bergetar di dada.
Aku hanya tersipu malu kemudian ku balas
“terimakasih, kamu orang pertama
dengan cepatnya dia membalas
“halah, paling udah banyak yg ngucapin sebelum aku di facebook”
Membaca balasan itu aku kembali tersenyum lebar.
dengan semangat aku buru – buru berangkat ke sekolah. dengan wajah sumringah tentunya. Sesampainya didepan kelas. Diam – diam kucari sosok di sms tadi. Toleh kanan dan kiri, akhirnya ketemu juga. Kuhampiri sosok tersebut lalu kami saling senyum. Indah. Kembali dengan semangat membara. Ingin segera ku akhiri ujian ini. Dan menatapnya kembali sambil menyunggingkan senyum termanisku yang katanya senyum picik. Ya. Dia selalu bilang senyumku picik. Katanya
Tunguu ! aku lupa. Aku lupa bahwa dia adalah sahabatku ! sahabat yang selalu menemani hari hariku akhir semester ini. Sahabat yang diam – diam rajin mengirimiku pesan singkat hanya untuk memberi kabar dimana dan dengan siapa bahkan sedang berbuat apa dia diseberang sana.
Oh lagi lagi aku lupa. Iya ! aku memang pelupa.
Kamis, 19 April 2012. Tepat pukul 11.00 ujian berakhir. Akhirnyaaaa…
Kulangkahkan kaki dengan gontai menuju parkiran. Tiba – tiba segerombolan lelaki menghampiriku dan menarik kedua tanganku. Ah aku baru ingat tanggal 17 kemarin belum sempat dibully. Ya mereka adalah teman – teman sekelasku. Yang dengan sangat kompaknya merencanakan sesuatu sedemikian rupa. Mengikatku disebuah pohon kecil (karena badanku kecil) dan menyiramiku dengan air lalu melempariku dengan dedaunan. Ide ini tak luput dari ide seorang sahabat terbaikku. Hani. Ya namanya Hani. Namanya romantis bukan? Tak henti – hentinya mereka mengibully ku. Sebagian siswa lalu lalang untuk pulang dan mengambil sepeda motornya karena kebetulan waktu itu aku diikat di parkiran sepeda motor. Mereka hanya tertawa sambil bilang “Happy B’day ya Cikk”
Disaat semua mengibullyku, sosok itu. Ya. Sahabat yang selalu rajin mengirimiku pesan singkat itu dengan santainya mengambil tasku dan mengamankannya.
“sini tasnya! Takut basah”
Oh lagi lagi aku terbuai dan akhirnya aku lupa kalo dia adalah sahabat terbaikku. 
Kusadari, memang kami saling memeberi perhatian tanpa kami sadari satu sama lain ternyata perhatian itu berujung kenyamanan. Aku nyaman diperhatiakn. Aku nyaman membalas pesan pesan singkatnya yang menurutku ga begitu penting tapi tetap aku merasakan nyaman. Kado terindah tahun itu adalah DIA . ya dia. Sahabat yang sangat rajin mengirimiku pesan singkat dan dengan telatennya memanjakanku dengan perhatian – perhatiannya. Tanpa kami sadari. Kami telah terlena terlalu jauh hingga akhirnya kami lupa bahwa kami hanyalah sepasang wanita dan lelaki dengan status “sahabat”. Ada rasa yang tidak ku sadari. Ada rasa yang tidak ia sadari. Rasa itu nyaman, rasa itu indah bahkan jauh lebih indah dari rasa sayang sebagai seorang sahabat.
Ya, kami saling jatuh cinta. 

Selasa, 16 April 2013. Masih dihari kedua UN. Allah masih menyayangiku, Allah masih memberiku kesempatan merasakan indahnya bulan April. Walau saat itu sedikit membuatku terkejut dan…
Saat itu jam menunjukkan pukul 22.45 WIB. Aku masih setia membalas pesan – pesan singkatnya, masih sanggup menahan kantuk demi membalas pesan singkatnya. Dengan sabar ku akhiri percakapan saat itu dan mulai memejamkan mata. Tepat jam 02.00 dini hari teman teman satu kontrakanku membangunkanku. Oh iya aku baru tersadar ternyata sudah tanggal 17 April. Ku ambil handphone ternyata dia tidak membalas pesan singkatku semalam. Dia tidak memberi ucapan selamat ulang tahu lagi. Ah mungkin lupa atau ingin memberi kejutan lain. pikirku
Pukul 04.45 teleponku bordering. Kuangkat telepon itu dengan nada ketus. Dan ternyata memang benar. Dia memberiku kejutan lain. ya. Kejutan lain. ku bergegas keterminal mencari bus jurusan malang – Surabaya. dengan muka lusuh kumenaiki bus itu. Tak mampu ku berkata. Tak bisa kupercayai. Kejutan itu memang ngenak di hati siang hari kudapati sebuah terminal osowilangon. Ah tempat apa ini. Tapi aku tak bergairah untuk melamunkan tempat itu. Kupercepat langkah menuju angkutan kota menuju Jl. Gubernur Suryo, Gresik. Hati terasa berdegup kencang. Masih tak percaya dengan kejutan ini. Sampai kutapaki jalan raya didepan sebuah Mall besar. Kutemui teman yang sudah dari tadi menunggu kehadiranku. Kuikuti arah temanku berjalan. Semakin berdegup kencang. Semakin semakin dan semakin. Sampai akhirnya kudapati seonggok tanah basah. Sepertinya belum lama digali. Kulihat nisan disana. Tak kupercaya. Kejutan ini jauh dengan yang aku pikirkan sebelumnya. Tak mampu berkata – kata. Air mata mewakili perasaanku waktu itu. Tak bisa berbuat apa. Hanya bisa menangis sekencang – kencangnya. Sepuas – puasnya. Ya. Kado terindahku ditahun ini adalah kepergianmu yang tak pernah ku ketahui sebelumnya. Kepergianmu bukan karena orang lain, bukan karena aku, bukan karena dia, bukan karena kamu. Tapi karena sang pencipta yang menginginkanmu berada disampingNYA mulai saat itu. Allah lebih menyayangimu jauh lebih menyayangimu dari pada aku. Maka akhirnya aku mulai mengikhlaskan kepergian itu. Kusadari kamu telah bahagia di sisi- NYA. Maka dengarkanlah aku Burhan.. kelak suatu saat kita bertemu, aku hanya ingin memelukmu erat dan tak ingin ku lepas lagi. Aku hanya ingin membisikimu bahwa Aku sangat merindukanmu. :”

Tulisan ini kutulis pada hari kedua UN tanggal 15 April 2014. Aku masih disini. Masih denganmu. 
Tidur yang nyenyak ya, suatu saat aku akan tiba disana masih dengan rasa yang sama. Masih dengan kata yang sama. “Aku Masih Sayang Kamu” 

Komentar

Postingan Populer